Weekly News Flash
1. Harga Mie Instan Terancam Naik 3x Lipat
Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengatakan harga mie instan di dalam negeri berpotensi naik hingga 3 kali lipat seiring dengan tingginya harga gandum dunia yang disebabkan perang Rusia-Ukraina.
Mentan Syahrul mengatakan keadaan pangan di dunia saat ini sedang dalam kondisi yang tidak baik-baik saja. Pasalnya, banyak faktor yang mempengaruhi kondisi di sektor pangan.
Selain itu, kondisi lainnya yang bisa jadi penyebab kenaikan harga mie instan ini adalah adanya turbulensi di dunia akibat serangan Covid-19, dunia masih harus menghadapi kondisi perubahan iklim global yang menyebabkan tidak menentunya cuaca yang sangat berpengaruh terhadap sektor pangan.
2. Rupiah Masuk 5 Mata Uang Terlemah di Dunia
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berada di level Rp 14.900-an. Sementara jika dibandingkan dengan 1 euro sekitar Rp 15.200-an.
Karena rendahnya nilai uang kertas model lama, maka berdasarkan Keppres 5 September 2016, diterbitkan 7 uang kertas baru dalam pecahan 1.000 sampai dengan 100 ribu rupiah.
Indonesia adalah negara yang stabil secara ekonomi dan cukup maju di Asia Tenggara. Namun, mata uangnya memiliki nilai tukar yang cukup rendah dibanding dolar AS.
3. Tarif Ojek Online Resmi Naik, Ini Alasannya
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat menaikkan tarif ojek online khususnya di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek).
Kenaikan tarif ojek online ini tertuang dalam Keputusan Menteri Perhubungan (KM) Nomor KP 564 Tahun 2022 Tentang Pedoman Perhitungan Biaya Jasa Penggunaan Sepeda Motor yang Digunakan untuk Kepentingan Masyarakat yang Dilakukan dengan Aplikasi.
KM Nomor KP 564 Tahun 2022 ini diterbitkan pada tanggal 4 Agustus 2022 untuk menggantikan aturan sebelumnya yaitu KM Nomor KP 348 Tahun 2019.
No comments:
Post a Comment