Weekly News Flash
1. Imbas Isu Global dan Inflasi Terhadap Kebijakan Suku Bunga Acuan
Menyikapi isu global dan tekanan inflasi, Bank Indonesia siap melakukan penyesuaian terhadap suku bunga. Menurut Deputi Gubernur Bank Indonesia, Juda Agung, penyesuaian ini akan dilakukan apabila terdapat tanda-tanda peningkatan inflasi inti.
Juda Agung menambahkan bahwa peningkatan inflasi didorong oleh tekanan dari sisi penawaran akibat kenaikan dari harga-harga komoditas internasional.
2. Resesi Double Dip Mengancam Amerika Serikat
Melihat data-data ekonomi saat ini, Amerika Serikat diprediksi akan mengalami pengulangan sejarah. Mengapa?
Pada awal tahun 1980-an, Amerika Serikat mengalami resesi double-dip. Di mana, penurunan tahap awal terjadi selama tiga kuartal pertama di tahun 1980. Kemudian, penurunan kedua terjadi sejak kuartal ketiga 1981 sampai kuartal keempat tahun 1982.
Sekarang, resesi ringan yang terjadi pada paruh pertama tahun 2022 kemungkinan akan diikuti oleh resesi yang lebih parah di awal tahun 2023.
3. Kurs Euro Makin Melemah, Pertanda Kurang Baik?
Di dalam minggu ini, pairing EUR/USD berada di 1,0033, level terendah selama hampir 20 tahun terakhir.
Pairing EUR/USD menunjukkan nilai US Dollar per Euro. Jadi, nilai tukar Euro terhadap US Dollar akan semakin kuat apabila pairing-nya semakin tinggi. Jadi, apakah ini pertanda buruk?
No comments:
Post a Comment